Monday, February 12, 2018

Basa Sunda. Maham Istilah Grafik Jeung Peta

A. Grafik

Grafik nyaeta gambar nu medar kaayaan maju mundurna atawa naek turuna hiji hal, biasana sok diwuwuhan ku angka-angka. Wangun grafik aya nu mangrupa watang, buled, atawa gured-gured (garis-garis). 
Conto :

Jumlah murid SDN 1 Silihasih taun 2012 nyaeta: kelas 1 40 urang, kelas II 40 urang, kelas III 40 urang, kelas IV 45 urang, kelas V 35 urang, kelas VI 45 urang. Jumlah kabehna murid kelas I – VI taun 2012 nyaeta: 245 urang.

Wangun-Wangun Grafik :


B. Peta
Ari Peta nyaeta gambar nu medar kaayaan wilayah, tempat (Nagara, Kabupaten, Kacamatan, Jsb). Peta aya nu mangrupa kertas, aya uga mangrupa bal (globe). 
Conto :
PETA DESA SUGIH


Desa Sugih ngawates jeung Desa sejenna, wates beulah kaler nyaeta Desa Kapanasan, wates beulah kulon nyaeta Desa Karang Sari, wates beulah kidul nyaeta Desa Desa Lombang jeung Desa Sate, wates beulah wetan nyaeta Desa Wareg.
Macem-Macem Peta :









A. Grafik

Grafik nyaeta gambar nu medar kaayaan maju mundurna atawa naek turuna hiji hal, biasana sok diwuwuhan ku angka-angka. Wangun grafik aya nu mangrupa watang, buled, atawa gured-gured (garis-garis). 
Conto :

Jumlah murid SDN 1 Silihasih taun 2012 nyaeta: kelas 1 40 urang, kelas II 40 urang, kelas III 40 urang, kelas IV 45 urang, kelas V 35 urang, kelas VI 45 urang. Jumlah kabehna murid kelas I – VI taun 2012 nyaeta: 245 urang.

Wangun-Wangun Grafik :


B. Peta
Ari Peta nyaeta gambar nu medar kaayaan wilayah, tempat (Nagara, Kabupaten, Kacamatan, Jsb). Peta aya nu mangrupa kertas, aya uga mangrupa bal (globe). 
Conto :
PETA DESA SUGIH


Desa Sugih ngawates jeung Desa sejenna, wates beulah kaler nyaeta Desa Kapanasan, wates beulah kulon nyaeta Desa Karang Sari, wates beulah kidul nyaeta Desa Desa Lombang jeung Desa Sate, wates beulah wetan nyaeta Desa Wareg.
Macem-Macem Peta :









Wednesday, February 7, 2018

Gejala Alam di Indonesia dan Negara Tetangga

A.      GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA TETANGGA

Gejala alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh kondisi alam. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak gejala(peristiwa) alam yang terjadi di permukaan bumi. Terjadinya gejala alam berkaitan erat dengan kenampakan alam. Gejala alam ada yang menguntungkan dan ada yang menimbulkan kerugian bagi manusia. Gejala alam yang menimbulkan kerugian disebut dengan bencana alam. Beberapa contoh gejala alam , antara lain longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan tsunami. Contoh gejala alam yang lainnya yaitu hujan, embun, dan terjadinya siang malam.

Kenampakan alam dan iklim di Indonesia memiliki kesamaan dengan Negara-negara Asia tenggara, sehingga secara umum gejala alamnya juga memiliki kesamaan.. Misalnya gejala alam berupa gempa bumi dan banjir yang sering terjadi di Negara kita, juga sering terjadi di Negara tetangga seperti Filipina dan Thailand.

Berikut penjelasan tentang gejala alam yang sering terjadi di Indonesia dan Negara tetangga.

1. Banjir

Banjir merupakan bencana alam yang terjadi karena factor alam dan perilaku manusia. Banjir yang disebabkan factor alam yaitu karena curah hujan yang tinggi dan terus menerus sehingga air sungai meluap hingga ke daratan. Sedangkan factor perilaku manusia yaitu membuang sampah sembarangan dan  merusak hutan

2. Tanah longsor

Tanah longsor mrupakan peristiwa runtuh atau jatuhnya tanah atau bebatuan dari lereng bukit atau gunung. Umumnya tanah longsor terjadi di kawasan perbukitan atau pegunungan. Tanda-tanda sebelum terjadinya tanah longsor yaitu hujan berlangsung lama, muncul suara dan getaran kecil di atas lereng.

Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tanah longsor, sebagai berikut :

Hujan lebat dan berlangsung lama.
Penebangan pohon secara liar.
Gempa bumi yang menyebabkan tekanan pada lereng gunung.
Erosi yang disebabkan oleh disebabkan oleh sungai dan gelombang laut sehingga lereng-lereng jadi curam.
Banyaknya perumahan di atas lereng gunung                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Gunung meletus

Gunung-gunung di Indonesia umumnya berapi, namun ada yang aktif dan tidak aktif. Gunung yang dapat meletus adalah gunung berapi yang masih aktif. Gunung api yang meletus merupakan gejala alam vulkanik. Ciri-ciri gunung berapi yang aktif adalah puncaknya berasap.

Tanda-tanda gunung api akan meletus adalah naiknya suhu udara di sekitar gunung, banyak binatang turun dari lereng ke daerah yang lebih rendah, banyak mata air yang menjadi kering, dan tercium bau belerang.

4. Gempa bumi

Gempa bumi merupakan gejala alam berupa getaran atau guncangan yang terjadi pada permukaan bumi yang ditimbulkan oleh tenaga dari dalam bumi. Ilmu yang mempelajari gempa disebut seismologi. Alat untuk mengukur kekuatan gempa dinamakan seismograf. Gempa bumi tidak didahului dengan tanda-tanda tertentu, berbeda dari bencana alam lainnya. Titik pusat gempa disebut episentrum. Gempa dihitung berdasarkan Skala Richter (SR).

Gempa bumi terdiri dari 2 macam, yaitu V :

-          Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempengan permukaan bumi.

-          Gempa Vulkanik
Gempa Vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.
5. Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu artinya pelabuhan dan nami artinya gelombang. Jadi tsunami berarti gelombang besar di pelabuhan. Gelombang tsunami dapat terjadi apabila pusat gempa terjadi di dasar laut dengan kedalaman dan kekuatan tertentu. Seperti bencana tsunami yang terjadi di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 26 Desember 2004. Bencana yang terjadi di Negara kita ini juga di rasakan oleh Negara tetangga, seperti Thailand, dan Sri Lanka.

Selain disebabkan karena gempa tektonik, tsunami juga dapat disebabkan oleh tanah longsor di dasar laut, jatuhnya benda langit (meteor) ke dalam laut, dan juga karena letusan gunung berapi. Seperti letusan gunung Krakatau di Indonesia yang terjadi pada tahun 1883 yang mengakibatkan terjadinya tsunami dengan ketinggian 42 meter dan tercatat sebagai gelombang tsunami tertinggi di dunia.

6. Angin Topan

Angin topan merupakan tiupan angin yang sangat kencang. Tiupan angin yang sangat dahsyat mengakibatkan banyak pohon yang tumbang, dan hancurnya bangunan.

7. Angin puting beliung

Angin putting beliung disebut juga tornado. Puting beliung yang sangat kuat dapat menghancurkan bangunan, dan melontarkan kendaraan atau benda berat ke udara. Tanda-tanda putting beliung adalah diawali dengan munculnya bentuk mirip belalai dari awan, angin bertiup kencang, terjadi gerimis dan sambaran petir dan debu membumbung membentuk corong.

8. La Nina dan El Nino

Merupakan bentuk gejala peenyimpangan iklim.
LA NINA adalah proses mendinginnya suhu permukaan air laut di bawah rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan Tengah di sekitar Khatulistiwa. Gejala ditandai tetap tingginya curah hujan di saat seharusnya curah hujan sudah mulai menurun. Gejala LA NINA menyebabkan hujan lebat, badai tropis, dan banjir.
EL NINO merupakan kebalikan dari La Nina. EL NINO adalah gejala menghangatnya temperature permukaan air laut di atas rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan Tengah. Gejala EL NINO ditandai dengan panas yang tidak normal yang mengganggu pola curah hujan dan angin. Gejala EL NINO menyebabkan kekeringan.

9. Pemanasan Global

Pemanasan global (bahasa Inggris: Global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.

Beberapa dampak atau akibat yang dapat dirasakan akibat pemanasan global antara lain adalah sebagai berikut:

1.     Mencairnya es yang berada di kutub utara dan kutub selatan Bumi
2.     Naiknya permukaan air laut
3.     Banyaknya daratan yang tenggelam
4.     Menipisnya lapisan ozon
5.     Terjadinya pergantian musim yang tidak teratur
6.     Terjadinya perubahan pola hidup binatang dan juga tumbuhan
7.     Menimbulkan banyak penyakit bagi manusia
B.       TAHAP PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

a.      Pencegahan dan mitigasi bencana
Mitigasi Bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik      
 maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana
-          menerbitkan peta wilayah rawan bencana
-          pembuatan waduk untuk mencegah terjadinya banjir dan kekeringan
-          penanaman pohon bakau/mangrove di sepanjang pantai untuk menghambat gelombang tsunami.

b.     Kesiap-siagaan
Kesiap-siagaan adalah segala upaya sistematis dan terencana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya
bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda.
       - mengaktifkan pos-pos siaga bencana

c.        Tanggap darurat
Tanggap darurat adalah upaya terencana dan terorganisasi pada kondisi darurat dan dalam waktu yang relatif  singkat 
 - evakuasi dan pencarian korban

d.        Rehabilitasi
Rehabilitasi adalah segala upaya yang dilakukan agar para korban, kerusakan sarana dan prasarana,serta fasilitas umum yang diakibatkan bencana dapat berfungsi kembali
 - menangani kondisi kejiawaan korban bencana
e.        Rekontruksi
Rekontruksi adalah segala upaya yang dilakukan untuk membangun kembali sarana dan prasarana,serta fasilitas umum yang rusak akibat bencana sehingga dapat berfungsi kembali untuk menata tatanan kehidupan
       - memperbaiki dan membangun kembali sarana dan prasarana


C.      PIHAK-PIHAK YANG TURUT MENANGANI BENCANA

1.        Pemerintah
Pemerintah memiliki departemen yang membawahi lembaga atau badan yang berfungsi menghimpun dan memberikan informasi atas gejala-gejala alam. Lembaga atau badan tersebut antara lain adalah : Badan Meteorologi, Dinas Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas (Badan SAR Nasional), Palang Merah Indonesia.
2.        Organisasi Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat seperti : LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Organisasi Kemasyarakatan, Relaan, dan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi.
3.        Dunia Internasional

D.      TINDAKAN APA SAJA YANG HARUS KITA LAKUKAN SAAT TERJADI BENCANA ALAM?

Tindakan Saat Gempa Bumi
1.        Apabila kita berada di dekat pintu atau jendela, segeralah berlari ke luar rumah.
2.        Apabila kita di dalam ruangan rumah, segera masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh. Ingat! Jangan berlindung di balik lemari karena bisa roboh akibat getaran gempa.
3.        Lihatlah keadaan atau kondisi dengan tenang! Jangan terburu-buru keluar rumah.
4.        Selamatkan diri dengan mencari ruangan terbuka seperti lapangan atau sawah.

Tindakan Saat Gunung Api Meletus
1.        Ajaklah orang-orang untuk menghindari daerah bahaya. Yang dimaksud daerah bahaya adalah lereng gunung, lembah, atau kawasan yang memungkinkan dialiri lahar.
2.        Pemerintah akan menyediakan angkutan untuk pengungsian. Masyarakat harus mengungsi ke barak pengungsian.
3.        Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Kita bisa mengenakan masker, topi, celana panjang, dan baju lengan panjang.
4.        Abu letusan berbahaya bagi tubuh. Usahakan jangan menghirup secara langsung udara yang terkena abu letusan.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Banjir
1.        Bawalah dokumen berharga dan perlengkapan pengungsian yang penting. Matikan listrik, kompor, dan pastikan rumah dalam kondisi terkunci.
2.        Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Hati-hatilah saat melewati kabel-kabel atau benda-benda yang mengandung listrik.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Angin Topan
1.        Segera masukkan benda-benda penting yang berada di luar ke dalam rumah. Hal ini penting agar tidak terbawa angin. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat. Pusaran angin bisa masuk melalui lubang-lubang tersebut. Akibatnya bisa fatal, seluruh rumah bisa porak-poranda terbawa angin.
2.        Apabila angin semakin kencang, segera matikan aliran listrik dan kompor. Ingat! Selama ada angin kencang jangan menyalakan televisi, radio, atau benda-benda yang menggunakan arus listrik.
3.        Tenanglah beberapa saat di dalam rumah. Jangan mencoba melihat ke luar rumah. carilah berita secara pasti tentang bencana tersebut.


Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1. Bagian permukaan bumi yang berupa hamparan yang tidak digenangi air dinamakan ....
a. Perairan 
b. Pegunungan 
c. Daratan 
d. Perbuktian

2. Daerah perbatasan antara daratan dan lautan disebut ....
a. Pasir  
b. Teluk  
c. Semenanjung
d. Pantai

3. Berikut adalah manfaat sungai untuk kehidupan sehari-hari ....
a. Sarana transportasi
b. Sarana irigasi
c. Tempat membuang limbah
d. Wahana pariwisata

4. Bencana yang dapat disebabkan oleh ulah manusia adalah ....
a. Tsunami
b. Gunung meletus
c. Angin topan
d. Banjir

5. Proses memindahkan penduduk dari tempat bencana dinamakan ....
a. Evakuasi
b. Mitigasi
c. Transmigrasi
d. Imigrasi

6. Gempa bumi yang disebabkan oleh gunung metus disebut ....
a. Gempa tektonik
b. Gempa terban
c. Gempa vulkanik
d. Gempa susulan

7. Titik pusat gempa di dalam bumi dinamakan ....
a. Heliosentris 
b. Episentrum 
c. Hiposentrum 
d. Richter

8. Lempeng bumi yang tidak berada di asia tenggara adalah ....
a. Australia 
b. Pasifik  
c. Afrika  
d. Eurasua

9. Penebangan pohon di hutan dengan memperhatikan usia dan ukuran pohon dinamakan ....
a. Reboisasi
b. Irigasi
c. Tebang pilih
d. Tebang tanam

10. Indonesia adalah negara yang terletak di tempat pertemuan tiga lempeng bumi, sehingga menyebabkan indonesia rawan bencana ....
a. Gempa bumi
b. Banjir
c. Tanah longsor
d. Kebakaran hutan

11. Berikut adalah materi-materi yang dikeluarkan oleh gunung meletus, kecuali ....
a. Awan panas
b. Abu
c. Lahar
d. Kayu

12. Gunung yang meletus pada tahun 1883 yang sekarang bertempat di antara pulau Jawa dan Pulau Sumatra adalah ....
a. Gunung Tambora
b. Gunung Krakatau
c. Gunung Merapi
d. Gunung Sinabung

13. Lembaga pemerintah  yang mengurusi masalah tentang kegunungapian adalah ....
a. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
b. Badan Pusat Statistik (BPS)
c. Komisisi Pemilihan Umum (KPU)
d. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

14. Berikut adalah negara yang merupakan negara kepulauan, kecuali ....
a. Filiphina
b. Jepang
c. Australia
d. Indonesia

15. Gelombang air laut yang sangat besar dinamakan ....
a. Ombak
b. Tsunami
c. Angin darat
d. Angin laut

16. Tsunami di Aceh terjadi pada tanggal ....
a. 26 Juli 2005
b. 26 Mei 2005  
c. 26 Desember 2004
d. 26 Agustus 2004

17. Tanda gunung berapi yang akan meletus adalah ....
a. Gunung berwarna merah
b. Terdapat kepulan asap di puncaknya
c. Banyak hewan yang berada di bawahnya
d. Terjadi angin topan di gunung

18. Negara yang tidak terkena dampak langsung dari tsunami di Aceh adalah ....
a. Filiphina
b. Indonesia  
c. Thailand
d. Malaysia

19. Wilayah Asia Tenggara dilalui oleh 2 rangkaian pegunungan besar di dunia, yaitu ....
a. Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik
b. Sirkum Mediterania dan Sirkum Hindia
c. Sirkum Pasifik dan Sirkum Eurasia
d. Sirkum Eurasia dan Sirkum Mediterania

20. Berikut ini hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat terjadi gempa, kecuali ....
a. Berdiri di bawah pohon
b. Berdiam di bawah bangunan tinggi
c. Berlari ke arah tanah lapang atau terbuka
d. Bersandar di bawah tembok

21. Berikut tanda-tanda akan terjadi gunung meletus, kecuali ....
a. Suhu di sekitar kawah turun.   
b. Banyak binatang yang tinggalkan gunung
c. Sering terjadi gempa atau getara
d. Sering terdengar suara gemuruh.

22. Negara di Asia Tenggara selain Indonesia yang rawan terjadi gunung meletus, yaitu....
a. Thailand 
b. Brunei Darussalam 
c. Singapura  
d. Filipina

23. Indonesia memiliki begitu banyak gunung berapi karena . . . .
a. Wilayah Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng bumi
b. Wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan
c. Letak geografis Indonesia yang diapit oleh dua benua
d. Letak geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudra

24. Kebakaran hutan di Indonesia membuat negara tetangga melakukan protes karena....
a. Kebakaran hutan membuat ekspor kayu berkurang
b. Kebakaran hutan membuka lahan-lahan baru
c. Kebakaran hutan menyebabkan polusi udara
d. Kebakaran hutan menyebabkan kurangnya tempat wisata

25. Negara di Asean yang sering terjadi letusan gunung berapi dan badai tropis adalah . . . .
a. Filiphina 
b. Malaysia  
c. Singapura  
d. Thailand

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!

1.     Cairan magma yang berasal dari perut bumi adalah ....
2.     Upaya penanggulangan bencana alam disebut ....
3.     Gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi disebut ....
4.     Gempa bumi yang terjadi di dalam laut bisa menyebabkan ....
5.     Alat untuk mengukur besar kecilnya gempa adalah ....
6.     Pusat gempa yang berada di permukaan bumi ....
7.     Bencana tanah longsor sering terjadi di daerah ....
8.     Kekuaran gempa bumi diukur dengan satuan skala ....
9.     Kebakaran di hutan dapat menyebabkan ....
10.  Angin muson barat berhembus dari benua asia ke benua ....

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!

1.     Sebutkan bencana-bencana alam yang bisa diakibatkan karena ulah manusia !
2.     Sebutkan bencana-bencana yang terjadi secara alamiah!
3.     Sebutkan cara-cara untuk mencegah banjir!
4.     Sebutkan penyebab-penyeban Indonesia menjadi negara yang rawan gempa bumi!
5.     Sebutkan tanda-tanda terjadinya tsunami!


A.      GEJALA ALAM DI INDONESIA DAN NEGARA TETANGGA

Gejala alam adalah peristiwa yang disebabkan oleh kondisi alam. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak gejala(peristiwa) alam yang terjadi di permukaan bumi. Terjadinya gejala alam berkaitan erat dengan kenampakan alam. Gejala alam ada yang menguntungkan dan ada yang menimbulkan kerugian bagi manusia. Gejala alam yang menimbulkan kerugian disebut dengan bencana alam. Beberapa contoh gejala alam , antara lain longsor, gempa bumi, banjir, gunung meletus, dan tsunami. Contoh gejala alam yang lainnya yaitu hujan, embun, dan terjadinya siang malam.

Kenampakan alam dan iklim di Indonesia memiliki kesamaan dengan Negara-negara Asia tenggara, sehingga secara umum gejala alamnya juga memiliki kesamaan.. Misalnya gejala alam berupa gempa bumi dan banjir yang sering terjadi di Negara kita, juga sering terjadi di Negara tetangga seperti Filipina dan Thailand.

Berikut penjelasan tentang gejala alam yang sering terjadi di Indonesia dan Negara tetangga.

1. Banjir

Banjir merupakan bencana alam yang terjadi karena factor alam dan perilaku manusia. Banjir yang disebabkan factor alam yaitu karena curah hujan yang tinggi dan terus menerus sehingga air sungai meluap hingga ke daratan. Sedangkan factor perilaku manusia yaitu membuang sampah sembarangan dan  merusak hutan

2. Tanah longsor

Tanah longsor mrupakan peristiwa runtuh atau jatuhnya tanah atau bebatuan dari lereng bukit atau gunung. Umumnya tanah longsor terjadi di kawasan perbukitan atau pegunungan. Tanda-tanda sebelum terjadinya tanah longsor yaitu hujan berlangsung lama, muncul suara dan getaran kecil di atas lereng.

Faktor yang dapat mempengaruhi terjadinya tanah longsor, sebagai berikut :

Hujan lebat dan berlangsung lama.
Penebangan pohon secara liar.
Gempa bumi yang menyebabkan tekanan pada lereng gunung.
Erosi yang disebabkan oleh disebabkan oleh sungai dan gelombang laut sehingga lereng-lereng jadi curam.
Banyaknya perumahan di atas lereng gunung                                                                                                                                                                                                                                                                          3. Gunung meletus

Gunung-gunung di Indonesia umumnya berapi, namun ada yang aktif dan tidak aktif. Gunung yang dapat meletus adalah gunung berapi yang masih aktif. Gunung api yang meletus merupakan gejala alam vulkanik. Ciri-ciri gunung berapi yang aktif adalah puncaknya berasap.

Tanda-tanda gunung api akan meletus adalah naiknya suhu udara di sekitar gunung, banyak binatang turun dari lereng ke daerah yang lebih rendah, banyak mata air yang menjadi kering, dan tercium bau belerang.

4. Gempa bumi

Gempa bumi merupakan gejala alam berupa getaran atau guncangan yang terjadi pada permukaan bumi yang ditimbulkan oleh tenaga dari dalam bumi. Ilmu yang mempelajari gempa disebut seismologi. Alat untuk mengukur kekuatan gempa dinamakan seismograf. Gempa bumi tidak didahului dengan tanda-tanda tertentu, berbeda dari bencana alam lainnya. Titik pusat gempa disebut episentrum. Gempa dihitung berdasarkan Skala Richter (SR).

Gempa bumi terdiri dari 2 macam, yaitu V :

-          Gempa Tektonik
Gempa tektonik adalah gempa yang disebabkan oleh pergeseran lempengan permukaan bumi.

-          Gempa Vulkanik
Gempa Vulkanik adalah gempa yang disebabkan oleh aktivitas gunung berapi.
5. Tsunami

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, tsu artinya pelabuhan dan nami artinya gelombang. Jadi tsunami berarti gelombang besar di pelabuhan. Gelombang tsunami dapat terjadi apabila pusat gempa terjadi di dasar laut dengan kedalaman dan kekuatan tertentu. Seperti bencana tsunami yang terjadi di provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pada tanggal 26 Desember 2004. Bencana yang terjadi di Negara kita ini juga di rasakan oleh Negara tetangga, seperti Thailand, dan Sri Lanka.

Selain disebabkan karena gempa tektonik, tsunami juga dapat disebabkan oleh tanah longsor di dasar laut, jatuhnya benda langit (meteor) ke dalam laut, dan juga karena letusan gunung berapi. Seperti letusan gunung Krakatau di Indonesia yang terjadi pada tahun 1883 yang mengakibatkan terjadinya tsunami dengan ketinggian 42 meter dan tercatat sebagai gelombang tsunami tertinggi di dunia.

6. Angin Topan

Angin topan merupakan tiupan angin yang sangat kencang. Tiupan angin yang sangat dahsyat mengakibatkan banyak pohon yang tumbang, dan hancurnya bangunan.

7. Angin puting beliung

Angin putting beliung disebut juga tornado. Puting beliung yang sangat kuat dapat menghancurkan bangunan, dan melontarkan kendaraan atau benda berat ke udara. Tanda-tanda putting beliung adalah diawali dengan munculnya bentuk mirip belalai dari awan, angin bertiup kencang, terjadi gerimis dan sambaran petir dan debu membumbung membentuk corong.

8. La Nina dan El Nino

Merupakan bentuk gejala peenyimpangan iklim.
LA NINA adalah proses mendinginnya suhu permukaan air laut di bawah rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan Tengah di sekitar Khatulistiwa. Gejala ditandai tetap tingginya curah hujan di saat seharusnya curah hujan sudah mulai menurun. Gejala LA NINA menyebabkan hujan lebat, badai tropis, dan banjir.
EL NINO merupakan kebalikan dari La Nina. EL NINO adalah gejala menghangatnya temperature permukaan air laut di atas rata-rata pada kawasan Pasifik Timur dan Tengah. Gejala EL NINO ditandai dengan panas yang tidak normal yang mengganggu pola curah hujan dan angin. Gejala EL NINO menyebabkan kekeringan.

9. Pemanasan Global

Pemanasan global (bahasa Inggris: Global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.

Beberapa dampak atau akibat yang dapat dirasakan akibat pemanasan global antara lain adalah sebagai berikut:

1.     Mencairnya es yang berada di kutub utara dan kutub selatan Bumi
2.     Naiknya permukaan air laut
3.     Banyaknya daratan yang tenggelam
4.     Menipisnya lapisan ozon
5.     Terjadinya pergantian musim yang tidak teratur
6.     Terjadinya perubahan pola hidup binatang dan juga tumbuhan
7.     Menimbulkan banyak penyakit bagi manusia
B.       TAHAP PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

a.      Pencegahan dan mitigasi bencana
Mitigasi Bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik      
 maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana
-          menerbitkan peta wilayah rawan bencana
-          pembuatan waduk untuk mencegah terjadinya banjir dan kekeringan
-          penanaman pohon bakau/mangrove di sepanjang pantai untuk menghambat gelombang tsunami.

b.     Kesiap-siagaan
Kesiap-siagaan adalah segala upaya sistematis dan terencana untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya
bencana dan mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian harta benda.
       - mengaktifkan pos-pos siaga bencana

c.        Tanggap darurat
Tanggap darurat adalah upaya terencana dan terorganisasi pada kondisi darurat dan dalam waktu yang relatif  singkat 
 - evakuasi dan pencarian korban

d.        Rehabilitasi
Rehabilitasi adalah segala upaya yang dilakukan agar para korban, kerusakan sarana dan prasarana,serta fasilitas umum yang diakibatkan bencana dapat berfungsi kembali
 - menangani kondisi kejiawaan korban bencana
e.        Rekontruksi
Rekontruksi adalah segala upaya yang dilakukan untuk membangun kembali sarana dan prasarana,serta fasilitas umum yang rusak akibat bencana sehingga dapat berfungsi kembali untuk menata tatanan kehidupan
       - memperbaiki dan membangun kembali sarana dan prasarana


C.      PIHAK-PIHAK YANG TURUT MENANGANI BENCANA

1.        Pemerintah
Pemerintah memiliki departemen yang membawahi lembaga atau badan yang berfungsi menghimpun dan memberikan informasi atas gejala-gejala alam. Lembaga atau badan tersebut antara lain adalah : Badan Meteorologi, Dinas Sosial, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Basarnas (Badan SAR Nasional), Palang Merah Indonesia.
2.        Organisasi Kemasyarakatan, Perguruan Tinggi, dan Masyarakat seperti : LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), Organisasi Kemasyarakatan, Relaan, dan Mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi.
3.        Dunia Internasional

D.      TINDAKAN APA SAJA YANG HARUS KITA LAKUKAN SAAT TERJADI BENCANA ALAM?

Tindakan Saat Gempa Bumi
1.        Apabila kita berada di dekat pintu atau jendela, segeralah berlari ke luar rumah.
2.        Apabila kita di dalam ruangan rumah, segera masuklah ke bawah meja untuk melindungi tubuh. Ingat! Jangan berlindung di balik lemari karena bisa roboh akibat getaran gempa.
3.        Lihatlah keadaan atau kondisi dengan tenang! Jangan terburu-buru keluar rumah.
4.        Selamatkan diri dengan mencari ruangan terbuka seperti lapangan atau sawah.

Tindakan Saat Gunung Api Meletus
1.        Ajaklah orang-orang untuk menghindari daerah bahaya. Yang dimaksud daerah bahaya adalah lereng gunung, lembah, atau kawasan yang memungkinkan dialiri lahar.
2.        Pemerintah akan menyediakan angkutan untuk pengungsian. Masyarakat harus mengungsi ke barak pengungsian.
3.        Lindungi diri dari abu letusan dan awan panas. Kita bisa mengenakan masker, topi, celana panjang, dan baju lengan panjang.
4.        Abu letusan berbahaya bagi tubuh. Usahakan jangan menghirup secara langsung udara yang terkena abu letusan.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Banjir
1.        Bawalah dokumen berharga dan perlengkapan pengungsian yang penting. Matikan listrik, kompor, dan pastikan rumah dalam kondisi terkunci.
2.        Segera mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Hati-hatilah saat melewati kabel-kabel atau benda-benda yang mengandung listrik.

Tindakan Saat Terjadi Bencana Angin Topan
1.        Segera masukkan benda-benda penting yang berada di luar ke dalam rumah. Hal ini penting agar tidak terbawa angin. Tutup pintu dan jendela rapat-rapat. Pusaran angin bisa masuk melalui lubang-lubang tersebut. Akibatnya bisa fatal, seluruh rumah bisa porak-poranda terbawa angin.
2.        Apabila angin semakin kencang, segera matikan aliran listrik dan kompor. Ingat! Selama ada angin kencang jangan menyalakan televisi, radio, atau benda-benda yang menggunakan arus listrik.
3.        Tenanglah beberapa saat di dalam rumah. Jangan mencoba melihat ke luar rumah. carilah berita secara pasti tentang bencana tersebut.


Berilah tanda silang (x) pada huruf a, b, c, atau d pada jawaban yang benar!

1. Bagian permukaan bumi yang berupa hamparan yang tidak digenangi air dinamakan ....
a. Perairan 
b. Pegunungan 
c. Daratan 
d. Perbuktian

2. Daerah perbatasan antara daratan dan lautan disebut ....
a. Pasir  
b. Teluk  
c. Semenanjung
d. Pantai

3. Berikut adalah manfaat sungai untuk kehidupan sehari-hari ....
a. Sarana transportasi
b. Sarana irigasi
c. Tempat membuang limbah
d. Wahana pariwisata

4. Bencana yang dapat disebabkan oleh ulah manusia adalah ....
a. Tsunami
b. Gunung meletus
c. Angin topan
d. Banjir

5. Proses memindahkan penduduk dari tempat bencana dinamakan ....
a. Evakuasi
b. Mitigasi
c. Transmigrasi
d. Imigrasi

6. Gempa bumi yang disebabkan oleh gunung metus disebut ....
a. Gempa tektonik
b. Gempa terban
c. Gempa vulkanik
d. Gempa susulan

7. Titik pusat gempa di dalam bumi dinamakan ....
a. Heliosentris 
b. Episentrum 
c. Hiposentrum 
d. Richter

8. Lempeng bumi yang tidak berada di asia tenggara adalah ....
a. Australia 
b. Pasifik  
c. Afrika  
d. Eurasua

9. Penebangan pohon di hutan dengan memperhatikan usia dan ukuran pohon dinamakan ....
a. Reboisasi
b. Irigasi
c. Tebang pilih
d. Tebang tanam

10. Indonesia adalah negara yang terletak di tempat pertemuan tiga lempeng bumi, sehingga menyebabkan indonesia rawan bencana ....
a. Gempa bumi
b. Banjir
c. Tanah longsor
d. Kebakaran hutan

11. Berikut adalah materi-materi yang dikeluarkan oleh gunung meletus, kecuali ....
a. Awan panas
b. Abu
c. Lahar
d. Kayu

12. Gunung yang meletus pada tahun 1883 yang sekarang bertempat di antara pulau Jawa dan Pulau Sumatra adalah ....
a. Gunung Tambora
b. Gunung Krakatau
c. Gunung Merapi
d. Gunung Sinabung

13. Lembaga pemerintah  yang mengurusi masalah tentang kegunungapian adalah ....
a. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG)
b. Badan Pusat Statistik (BPS)
c. Komisisi Pemilihan Umum (KPU)
d. Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)

14. Berikut adalah negara yang merupakan negara kepulauan, kecuali ....
a. Filiphina
b. Jepang
c. Australia
d. Indonesia

15. Gelombang air laut yang sangat besar dinamakan ....
a. Ombak
b. Tsunami
c. Angin darat
d. Angin laut

16. Tsunami di Aceh terjadi pada tanggal ....
a. 26 Juli 2005
b. 26 Mei 2005  
c. 26 Desember 2004
d. 26 Agustus 2004

17. Tanda gunung berapi yang akan meletus adalah ....
a. Gunung berwarna merah
b. Terdapat kepulan asap di puncaknya
c. Banyak hewan yang berada di bawahnya
d. Terjadi angin topan di gunung

18. Negara yang tidak terkena dampak langsung dari tsunami di Aceh adalah ....
a. Filiphina
b. Indonesia  
c. Thailand
d. Malaysia

19. Wilayah Asia Tenggara dilalui oleh 2 rangkaian pegunungan besar di dunia, yaitu ....
a. Sirkum Mediterania dan Sirkum Pasifik
b. Sirkum Mediterania dan Sirkum Hindia
c. Sirkum Pasifik dan Sirkum Eurasia
d. Sirkum Eurasia dan Sirkum Mediterania

20. Berikut ini hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat terjadi gempa, kecuali ....
a. Berdiri di bawah pohon
b. Berdiam di bawah bangunan tinggi
c. Berlari ke arah tanah lapang atau terbuka
d. Bersandar di bawah tembok

21. Berikut tanda-tanda akan terjadi gunung meletus, kecuali ....
a. Suhu di sekitar kawah turun.   
b. Banyak binatang yang tinggalkan gunung
c. Sering terjadi gempa atau getara
d. Sering terdengar suara gemuruh.

22. Negara di Asia Tenggara selain Indonesia yang rawan terjadi gunung meletus, yaitu....
a. Thailand 
b. Brunei Darussalam 
c. Singapura  
d. Filipina

23. Indonesia memiliki begitu banyak gunung berapi karena . . . .
a. Wilayah Indonesia merupakan pertemuan 3 lempeng bumi
b. Wilayah Indonesia merupakan negara kepulauan
c. Letak geografis Indonesia yang diapit oleh dua benua
d. Letak geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudra

24. Kebakaran hutan di Indonesia membuat negara tetangga melakukan protes karena....
a. Kebakaran hutan membuat ekspor kayu berkurang
b. Kebakaran hutan membuka lahan-lahan baru
c. Kebakaran hutan menyebabkan polusi udara
d. Kebakaran hutan menyebabkan kurangnya tempat wisata

25. Negara di Asean yang sering terjadi letusan gunung berapi dan badai tropis adalah . . . .
a. Filiphina 
b. Malaysia  
c. Singapura  
d. Thailand

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!

1.     Cairan magma yang berasal dari perut bumi adalah ....
2.     Upaya penanggulangan bencana alam disebut ....
3.     Gempa bumi yang disebabkan oleh pergeseran lempeng bumi disebut ....
4.     Gempa bumi yang terjadi di dalam laut bisa menyebabkan ....
5.     Alat untuk mengukur besar kecilnya gempa adalah ....
6.     Pusat gempa yang berada di permukaan bumi ....
7.     Bencana tanah longsor sering terjadi di daerah ....
8.     Kekuaran gempa bumi diukur dengan satuan skala ....
9.     Kebakaran di hutan dapat menyebabkan ....
10.  Angin muson barat berhembus dari benua asia ke benua ....

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan benar!

1.     Sebutkan bencana-bencana alam yang bisa diakibatkan karena ulah manusia !
2.     Sebutkan bencana-bencana yang terjadi secara alamiah!
3.     Sebutkan cara-cara untuk mencegah banjir!
4.     Sebutkan penyebab-penyeban Indonesia menjadi negara yang rawan gempa bumi!
5.     Sebutkan tanda-tanda terjadinya tsunami!


Perjuangan Melawan Penjajah Belanda dan Jepang

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kamis, 11/01/2018

Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda dan Jepang

Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda. Bangsa Eropa mulai mencari barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti buah-buahan, rempah-rempah, wol, porselin , dan lain-lain dari negara-negara di luar Eropa. Indonesia, terkenal sebagai tempat penghasil rempah-rempah. Rempah- rempah yang dihasilkan bangsa Indonesia digunakan sebagai bahan obat-obatan, penyedap makanan, dan pengawet makanan. Maka, berlomba-lombalah Bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah dari Indonesia.

Pada 22 Januari 1596 Belanda pertama kali mendarat di Banten di bawah pimpinan Cornelis de Hautman. Pada awalnya, kedatangan Bangsa Belanda disambut baik oleh Sultan Banten. Kegiatan perdagangan menjadi ramai. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Bangsa Belanda berubah menjadi serakah dan kasar akhirnya diusir oleh Raja Banten.

Pada tahun 1598 Belanda datang kembali dengan sikap yang lebih baik. Belanda dapat diterima kembali di Indonesia. Banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia. Hal ini mengakibatkan terjadinya persaingan dagang dan pertikaian di antara mereka. Akibatnya, harga rempah-rempah tidak terkendali. Pada 20 Maret 1602 dibentuk Perkumpulan Dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Tujuan didirikannya VOC adalah :
-        Menghilangkan persaingan yang merugikan pedagang Belanda
-        Menyatukan tenaga untuk menghadapi saingan dari bangsa portugis dan pedagang lain di Indonesia
-        Mencari keuntungan sebesar-besarnya untuk membiayai perang
Akan tetapi, lama-kelamaan VOC berusaha menguasai perdagangan (monopoli). Untuk mewujudkan maksud itu Pemerintah Belanda memberikan hak-hak istimewa kepada VOC, yaitu :
-        Membuat perjanjian dengan raja setempat
-        Menyatakan perang dan membuat perdamaian
-        Membuat senjata dan mendirikan benteng
-        Mencetak uang
-        Mengangkat dan menghentikan pegawai
Di Maluku VOC melakukan Pelayaran Hongi (patroli laut) untuk mengawasi rakyat Maluku agar tidak menjual rempah-rempah mereka kepada pedagang lain. VOC berhasil merebut Maluku dari Portugis. Tahun 1605 Belanda merebut Benteng Portugis di Ambon. Pusat perdagangan Ambon, Banda, dan Jayakarta direbut Belanda pada masa Gubernur Jenderal J.P. Coen. Ia mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia.

VOC mampu berdiri dalam waktu yang sangat lama. Pada Tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. VOC dibubarkan karena sebab-sebab berikut ini.
-        Pejabat-pejabat VOC melakukan korupsi dan hidup mewah.
-        VOC menanggung biaya perang yang sangat besar.
-        Kalah bersaing dengan pedagang Inggris dan Prancis.
-        Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap.
Pada tanggal 1 Januari 1800, kekuasaan VOC di Indonesia digantikan langsung oleh pemerintah Kerajaan Belanda. Pada tahun 1806, Napoleon Bonaparte berhasil menaklukkan Belanda. Napoleon mengubah bentuk negara Belanda dari kerajaan menjadi republik. Napoleon ingin memberantas penyelewengan dan korupsi serta mempertahankan Pulau Jawa dari Inggris. Ia mengangkat Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Batavia. Untuk menahan serangan Inggris, Daendels (1808-1811) melakukan tiga hal, yaitu:

(1) menambah jumlah prajurit, (2) membangun pabrik senjata, kapal-kapal baru, dan pos-pos pertahanan, (3) membangun jalan raya Jalan Raya Anyer-Panarukan yang panjangnya sekitar 1.000 km. Daendels memberlakukan kerja paksa tanpa upah untuk membangun jalan. Kerja paksa ini dikenal dengan nama kerja rodi.

Pada tahun 1811, Daendels dipanggil ke Belanda. Ia digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens. Saat itu pasukan Inggris berhasil mengalahkan Belanda di daerah Tuntang, dekat Salatiga, Jawa Tengah. Pada 18 September 1811 Janssens dipaksa menandatangani perjanjian Tuntang yang berisi :
-        Seluruh wilayah jajahan Belanda di Indonesia diserahkan kepada Inggris.
-        Adanya sistem pajak/sewa tanah.
-        Sistem kerja rodi dihapuskan.
-        Diberlakukan sistem perbudakan
Inggris berkuasa di Indonesia selama lima tahun (1811-1816). Pemerintah Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Pemerintah memberlakukan sistem sewa tanah yang dikenal dengan nama landrente.Pada tahun 1816, Inggris menyerahkan wilayah Indonesia kepada Belanda. Pemerintah Belanda menunjuk Van Der Capellen sebagai gubernur jenderal. Van Der Capellen mempertahankan monopoli perdagangan yang telah dimulai oleh VOC dan tetap memberlakukan kerja paksa.

Pada tahun 1830, Van Der Capellen diganti Van Den Bosch. Bosch memberlakukan tanam paksa atau cultuur stelsel untuk mengisi kas pemerintah yang kosong. Van Den Bosch membuat aturan-aturan untuk tanam paksa sebagai berikut:
-        Rakyat wajib menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa.
-        Tanah yang dipakai untuk tanamam paksa bebas dari pajak.
-        Hasil tanaman diserahkan kepada Belanda.
-        Pekerjaan untuk tanam paksa tidak melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi.
-        Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan Belanda.
-        Rakyat Indonesia yang bukan petani harus bekerja 66 hari tiap tahun bagi pemerintah Hindia Belanda.
Ada orang Belanda yang peduli terhadap nasib rakyat Indonesia. Dia adalah Douwes Dekker. Ia mengecam tanam paksa melalui bukunya yang berjudul Max Havelaar, dengan nama samaran Multatuli. Max Havelaar menceritakan penderitaan bangsa Indonesia sewaktu dilaksanakan tanam paksa. Max Havelaar menggegerkan seluruh warga Belanda. Timbul perdebatan hebat tentang tanam paksa di negeri Belanda. Akhirnya, Parlemen Belanda memutuskan untuk menghapus tanam paksa secepatnya.

Perlawanan Menantang Penjajahan Belanda

1. Perlawanan Rakyat Mataram
Pada tahun 1628 dan 1629, Mataram melancarkan serangan besar-besaran terhadap VOC di Batavia. Sultan Agung mengirimkan ribuan prajurit untuk menggempur Batavia dari darat dan laut. Tahun 1628 perlawanan mengalami kegagalan karena kurangnya persediaan makanan, 1629 berhasil menghancurkan benteng Hollandia

2. Perlawanan Rakyat Makasar
Di Sulawesi Selatan VOC mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia di bawah pimpinan Sultan Hassanuddin. Namun Sultan Hassanudin dapat dikalahkan VOC dengan politik adu dombanya antara Sultan Hassanudin dengan Aru Palaka Perlawanan terhadap VOC di Pasuruan Jawa Timur dipimpin oleh Untung Suropati.

3. Perlawanan Rakyat Banten
Sultan Ageng Tirtayasa mengobarkan perlawanan di daerah Banten. Namun mengalami kegagalan karena VOC menerapkan politik adu domba (devide et impera) antara Sultan Ageng Tirtayasa dan putranya Sultan Haji. Sultan Haji yang dibantu VOC mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa

4. Perlawanan Rakyat Maluku
Tahun 1816 VOC datang dan menguasai Maluku. Dipimpin oleh Thomas Matulessi (Kapten Pattimura), rakyat Maluku melakukan perlawanan pada tahun 1817. Pattimura dibantu oleh Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, dan seorang pejuang wanita Christina Martha Tiahahu. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria di Ambon.

5. Perang Padri (1821-1837)
Perang Padri bermula dari pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaumPadri). Kaum Padri ingin memurnikan pelaksanaan agama Islam. Gerakan Padri itu ditentang oleh kaum adat. Kaum adat minta bantuan kepada Belanda dengan imbalan sebagian wilayah Minangkabau. Pasukan Padri dipimpin oleh Datuk Bandaro. Setelah beliau wafat diganti oleh Tuanku Imam Bonjol. Pasukan Padri dengan taktik perang gerilya, berhasil mengacaukan pasukan Belanda. Pada tahun 1825 terjadi gencatan senjata.

Belanda mengakui beberapa wilayah sebagai daerah kaum Padri. Tahun 1830 kaum adat mulai banyak membantu kaum Padri karena tidak menyukai kesewenangan Belanda. Tahun 1833 terjadi pertempuran hebat di daerah Agam, Belanda mengepung pasukan Bonjol. Namun pasukan Padri dapat bertahan sampai dengan tahun 1837. Pada tanggal 25 Oktober 1837, benteng Imam Bonjol dapat diterobos. Beliau tertangkap dan diasingkan di Cianjur kemudian dipindahkan ke Minahasa hingga wafat

6. Perang Diponegoro (1825-1830)
Perang Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah tumpah darahnya. Kekecewaan itu memuncak ketika Patih Danureja atas perintah Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya. Dipimpin Pangeran Diponegoro, rakyat Tegalrejo menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825. Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja sebagai panglima perang. Kyai Mojo dari Surakarta mengobarkan Perang Sabil.
Antara tahun 1825-1826 pasukan Diponegoro mampu mendesak pasukan Belanda. Pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel. Taktik ini berhasil mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Dalam perundingan yang diadakan tanggal 28 Maret 1830 di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda. Beliau diasingkan dan meninggal di Makassar.

7. Perang Banjarmasin
Penyebab perang Banjarmasin adalah Belanda melakukan monopoli perdagangan dan mencampuri urusan kerajaan. Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari. Beliau didukung oleh Pangeran Hidayatullah. Pada tahun 1862 Hidayatullah ditahan Belanda dan dibuang ke Cianjur. Pangeran Antasari diangkat rakyat menjadi Sultan. Pangeran Antasari berusaha mempertahankan wilayah Banjar dengan cara membakar stiap kapal Belanda yang masuk wilayah Banjar. Tahun 1863 Belanda melancarkan serangan ke seluruh wilayah Banjar hingga akhirnya Pangeran Antasari gugur.

8. Perang Bali (1846-1868)
Penyebab Perang Bali adalah pihak Belanda menolak hak Tawan Karang yang diterapkan Kerajaan Buleleng. Belanda melakukan tiga kali penyerangan, yaitu pada tahun 1846, 1848, dan 1849. Setelah Buleleng dapat ditaklukkan, rakyat Bali mengadakan perang puputan, yaitu berperang sampai titik darah terakhir. Di antaranya : (1) Perang Puputan Badung (1906),(2) Perang Puputan Kusumba (1908), (3) Perang Puputan Klungkung (1908). Salah satu pemimpin perlawanan rakyat Bali yang terkenal adalah Raja Buleleng dibantu oleh Gusti Ketut Jelantik.

9. Perang Rakyat tapanuli
Tahun 1873 Belanda memasuki wilayah Tapanuli dengan alas an memadamkan aktivitas pejuang Padri dan Aceh. Tahun 1878, Belanda menyerang Tapanuli. Perang Tapanuli diawali dengan operasi militer yang dilakukan oleh Jendral Van Daelen di pedalaman Aceh Tahun 1903-1904. Pada tahun 1904 Belanda kembali menyerangtanah Gayo. Pada saat itu Belanda juga menyerang daerah Danau Toba. Pada tahun 1907, pasukan Belanda menyerang kubu pertahanan pasukan Sisingamangaraja XII di Pakpak. Sisingamangaraja gugur dalam penyerangan itu. Jenazahnya dimakamkan di Tarutung, kemudian dipindahkan ke Balige.

10. Perang Aceh
Tahun 1873 Belanda melakukan serangan ke Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perlawanan di bawah pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dien. Tahun 1879 Belanda dapat menguasai Aceh. Belanda mengirim Dr. Snouck Hurgronje untuk mempelajari sistem kemasyarakatan penduduk Aceh. Dari penelitian yang dibuatnya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuatan Aceh terletak pada peran para ulama. Penemuannya dijadikan dasar untuk membuat siasat perang yang baru. Belanda membentuk pasukan gerak cepat (Marchose) untuk mengejar dan menumpas gerilyawan Aceh. Dengan pasukan marchose Belanda berhasil mematahkan serangan gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh. Pasukan Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan mengadakan perlawanan juga dapat dilumpuhkan

Penjajahan Jepang
Dalam Perang Dunia II (1939-1945), Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia melawan Sekutu. Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Pada tanggal 8 Desember 1941 pasukan Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour (Hawai). Terjadilah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Dalam waktu singkat, pasukan Jepang menyerbu dan menduduki Filipina, Myanmar, Malaya, Singapura, dan Indonesia.

Ada beberapa alasan Jepang menduduki Indonesia, antara lain sebagai berikut.
-        Indonesia kaya akan bahan-bahan mentah, seperti minyak bumi dan batu bara.
-        Wilayah Indonesia menghasilkan banyak produksi pertanian yang dibutuhkan tentara Jepang dalam peperangan.
-        Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah besar yang diperlukan untuk membantu perang Jepang.

Pada Januari 1942 Jepang memasuki wilayah Indonesia. Tanggal 1 Maret 1942 pasukan Jepang berhasil mendarat di tiga tempat secara serempak di Pulau Jawa, yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan (Pantura), dan Pasuruan (Jawa Timur). Tanggal 5 Maret 1942 pasukan Jepang sudah berhasil menguasai Batavia. Tanggal 8 Maret 1942 Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letjen Ter Poorten atas nama Angkatan Perang Sekutu menyerah tanpa syarat kepada Angkatan Perang Jepang yang dipimpin Letjen Hithoshi Imamura.

Upacara serah terima ditandatangani di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Setelah menduduki Indonesia, Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia. Ada tiga hal yang dilakukan Jepang, yaitu:
-        mengijinkan mengibarkan bendera Merah Putih;
-        mengijinkan rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya;
-        larangan menggunakan bahasa Belanda dalam pergaulan sehari-hari.
-        Bahasa pergaulan sehari-hari diganti dengan bahasa Indonesia.
Untuk memikat hati rakyat, Jepang membuat propaganda tiga A. Propaganda yang dilancarkan Jepang itu berisi: Jepang pemimpin Asia, Jepang pelindung Asia, Jepang cahaya Asia.

Penderitaan rakyat pada masa pendudukan Jepang
Penderitaan rakyat Indonesia selama masa penjajahan Jepang antara lain sebagai berikut:
Jepang merampas hasil pertanian rakyat, seperti padi dan jagung untuk persediaan makanan pasukan Jepang.
Pemerintah Jepang sangat ketat melakukan pengawasan terhadap pemberitaan. Media masa disegel.
Jepang juga memanfaatkan rakyat Indonesia untuk diperas tenaganya bagi keperluan Jepang. Para pekerja paksa pada zaman Jepang disebut romusha.

Selain romusha, banyak barisan dibentuk untuk kepentingan Jepang, seperti:
(1) Seinendan (barisan pemuda),
(2) Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
(3) Fujinkai (Barisan Wanita)
(4) Suishintai (Barisan Pelopor)
(5) Jibakutai (Barisan Berani Mati),
(6) Gakutotai (Barisan Pelajar),
(7) Peta (Pembela Tanah Air)

Banyak wanita Indonesia yang terpaksa melayani nafsu bejat pasukan Jepang. Tanggal 16 April 1943 Jepang mendirikan Pusat tenaga Rakyat (PUTERA) sebagai ganti Gerakan 3A yang dibubarkan pada November 1942. Jepang mengangkat tokoh-tokoh bangsa Indonesia sebagai pimpinan PUTERA, yaitu : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH. Mas Mansyur yang dikenal dengan sebutan 4 serangkai. Tanggal 3 Oktober 1943 dibentuklah tentara Pembela Tanah Air (PETA). Anggota Peta berasal dari putra-putri Indonesian yang mendapat pelatihan militer dari Jepang. Tujuan pembentukan Peta adalah mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan sekutu. Tanggal April 1943 dibentuk Heiho yang dibentuk dari pemuuda-pemudi Indonesia untuk membantu Jepang menghadapi serangan tentara Sekutu

Perlawanan menentang Penjajahan Jepang

1. Perlawanan rakyat Aceh di Cot Plieng tahun 1942
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan rakyat Aceh juga terjadi di Mereudu pada tahun 1944.

2.Perlawanan di Kaplongan, Jawa Barat
Jepang memaksa petani di Kaplongan untuk menyerahkan sebagian hasil buminya. Petani marah. Terjadilah perlawanan terhadap pasukan Jepang.

3.Perlawanan di Lohbener, Jawa Barat
Petani di Lohbener menolak memberikan hasil panen padi kepada Jepang. Terjadilah peperangan terhadap pasukan Jepang yang dipimpin oleh H. Madriyas.

4.Perlawanan di Pontianak, Kalimantan Barat
Penduduk dipaksa untuk membuat pelabuhan dan lapangan terbang. Para pemimpin sepakat untuk menyerang Jepang. Perlawanan terjadi pada tanggal 16 Oktober 1943. Mereka ditangkap dan dibunuh.

5. Perlawanan Peta di Gumilir, Cilacap
Perlawanan Peta Gumilir, Cilacap terjadi pada bulan Juni 1945. Perlawanan ini dipimpin oleh Kusaeri, komandan regu Peta di Cilacap. Kusaeri menyerah tetapi tidak dijatuhi hukuman. Sudirman berhasil menolong dan membebaskannya.

6.Perlawanan di Singaparna, Jawa Barat
Perlawanan Singaparna dipimpin oleh Kiai Haji Zainal Mustafa. Beliau menolak seikeirei (membungkukkan badan kepada Kai-sar Jepang Tenno Heika) dan menentang romusha. Beliau memandang hal itu bertentangan dengan ajaran Islam.

7. Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur
Tentara Peta di Blitar memberontak di bawah pimpinan Shodanco F.X. Supriyadi. Namun Jepang dapat mematahkan perlawanan ini. Supriyadi dan teman-temanya ditangkap oleh tentara Jepang 
Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)

Kamis, 11/01/2018

Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda dan Jepang

Perjuangan Melawan Penjajahan Belanda. Bangsa Eropa mulai mencari barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti buah-buahan, rempah-rempah, wol, porselin , dan lain-lain dari negara-negara di luar Eropa. Indonesia, terkenal sebagai tempat penghasil rempah-rempah. Rempah- rempah yang dihasilkan bangsa Indonesia digunakan sebagai bahan obat-obatan, penyedap makanan, dan pengawet makanan. Maka, berlomba-lombalah Bangsa Eropa untuk mendapatkan rempah-rempah dari Indonesia.

Pada 22 Januari 1596 Belanda pertama kali mendarat di Banten di bawah pimpinan Cornelis de Hautman. Pada awalnya, kedatangan Bangsa Belanda disambut baik oleh Sultan Banten. Kegiatan perdagangan menjadi ramai. Namun, hal itu tidak berlangsung lama. Bangsa Belanda berubah menjadi serakah dan kasar akhirnya diusir oleh Raja Banten.

Pada tahun 1598 Belanda datang kembali dengan sikap yang lebih baik. Belanda dapat diterima kembali di Indonesia. Banyak pedagang Belanda datang ke Indonesia. Hal ini mengakibatkan terjadinya persaingan dagang dan pertikaian di antara mereka. Akibatnya, harga rempah-rempah tidak terkendali. Pada 20 Maret 1602 dibentuk Perkumpulan Dagang Hindia Timur atau Vereenigde Oost Indische Compagnie (VOC). Tujuan didirikannya VOC adalah :
-        Menghilangkan persaingan yang merugikan pedagang Belanda
-        Menyatukan tenaga untuk menghadapi saingan dari bangsa portugis dan pedagang lain di Indonesia
-        Mencari keuntungan sebesar-besarnya untuk membiayai perang
Akan tetapi, lama-kelamaan VOC berusaha menguasai perdagangan (monopoli). Untuk mewujudkan maksud itu Pemerintah Belanda memberikan hak-hak istimewa kepada VOC, yaitu :
-        Membuat perjanjian dengan raja setempat
-        Menyatakan perang dan membuat perdamaian
-        Membuat senjata dan mendirikan benteng
-        Mencetak uang
-        Mengangkat dan menghentikan pegawai
Di Maluku VOC melakukan Pelayaran Hongi (patroli laut) untuk mengawasi rakyat Maluku agar tidak menjual rempah-rempah mereka kepada pedagang lain. VOC berhasil merebut Maluku dari Portugis. Tahun 1605 Belanda merebut Benteng Portugis di Ambon. Pusat perdagangan Ambon, Banda, dan Jayakarta direbut Belanda pada masa Gubernur Jenderal J.P. Coen. Ia mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia.

VOC mampu berdiri dalam waktu yang sangat lama. Pada Tanggal 31 Desember 1799, VOC dibubarkan. VOC dibubarkan karena sebab-sebab berikut ini.
-        Pejabat-pejabat VOC melakukan korupsi dan hidup mewah.
-        VOC menanggung biaya perang yang sangat besar.
-        Kalah bersaing dengan pedagang Inggris dan Prancis.
-        Para pegawai VOC melakukan perdagangan gelap.
Pada tanggal 1 Januari 1800, kekuasaan VOC di Indonesia digantikan langsung oleh pemerintah Kerajaan Belanda. Pada tahun 1806, Napoleon Bonaparte berhasil menaklukkan Belanda. Napoleon mengubah bentuk negara Belanda dari kerajaan menjadi republik. Napoleon ingin memberantas penyelewengan dan korupsi serta mempertahankan Pulau Jawa dari Inggris. Ia mengangkat Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal di Batavia. Untuk menahan serangan Inggris, Daendels (1808-1811) melakukan tiga hal, yaitu:

(1) menambah jumlah prajurit, (2) membangun pabrik senjata, kapal-kapal baru, dan pos-pos pertahanan, (3) membangun jalan raya Jalan Raya Anyer-Panarukan yang panjangnya sekitar 1.000 km. Daendels memberlakukan kerja paksa tanpa upah untuk membangun jalan. Kerja paksa ini dikenal dengan nama kerja rodi.

Pada tahun 1811, Daendels dipanggil ke Belanda. Ia digantikan oleh Gubernur Jenderal Janssens. Saat itu pasukan Inggris berhasil mengalahkan Belanda di daerah Tuntang, dekat Salatiga, Jawa Tengah. Pada 18 September 1811 Janssens dipaksa menandatangani perjanjian Tuntang yang berisi :
-        Seluruh wilayah jajahan Belanda di Indonesia diserahkan kepada Inggris.
-        Adanya sistem pajak/sewa tanah.
-        Sistem kerja rodi dihapuskan.
-        Diberlakukan sistem perbudakan
Inggris berkuasa di Indonesia selama lima tahun (1811-1816). Pemerintah Inggris mengangkat Thomas Stamford Raffles menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia. Pemerintah memberlakukan sistem sewa tanah yang dikenal dengan nama landrente.Pada tahun 1816, Inggris menyerahkan wilayah Indonesia kepada Belanda. Pemerintah Belanda menunjuk Van Der Capellen sebagai gubernur jenderal. Van Der Capellen mempertahankan monopoli perdagangan yang telah dimulai oleh VOC dan tetap memberlakukan kerja paksa.

Pada tahun 1830, Van Der Capellen diganti Van Den Bosch. Bosch memberlakukan tanam paksa atau cultuur stelsel untuk mengisi kas pemerintah yang kosong. Van Den Bosch membuat aturan-aturan untuk tanam paksa sebagai berikut:
-        Rakyat wajib menyediakan 1/5 dari tanahnya untuk ditanami tanaman yang laku di pasaran Eropa.
-        Tanah yang dipakai untuk tanamam paksa bebas dari pajak.
-        Hasil tanaman diserahkan kepada Belanda.
-        Pekerjaan untuk tanam paksa tidak melebihi pekerjaan yang diperlukan untuk menanam padi.
-        Kerusakan-kerusakan yang tidak dapat dicegah oleh petani menjadi tanggungan Belanda.
-        Rakyat Indonesia yang bukan petani harus bekerja 66 hari tiap tahun bagi pemerintah Hindia Belanda.
Ada orang Belanda yang peduli terhadap nasib rakyat Indonesia. Dia adalah Douwes Dekker. Ia mengecam tanam paksa melalui bukunya yang berjudul Max Havelaar, dengan nama samaran Multatuli. Max Havelaar menceritakan penderitaan bangsa Indonesia sewaktu dilaksanakan tanam paksa. Max Havelaar menggegerkan seluruh warga Belanda. Timbul perdebatan hebat tentang tanam paksa di negeri Belanda. Akhirnya, Parlemen Belanda memutuskan untuk menghapus tanam paksa secepatnya.

Perlawanan Menantang Penjajahan Belanda

1. Perlawanan Rakyat Mataram
Pada tahun 1628 dan 1629, Mataram melancarkan serangan besar-besaran terhadap VOC di Batavia. Sultan Agung mengirimkan ribuan prajurit untuk menggempur Batavia dari darat dan laut. Tahun 1628 perlawanan mengalami kegagalan karena kurangnya persediaan makanan, 1629 berhasil menghancurkan benteng Hollandia

2. Perlawanan Rakyat Makasar
Di Sulawesi Selatan VOC mendapat perlawanan dari rakyat Indonesia di bawah pimpinan Sultan Hassanuddin. Namun Sultan Hassanudin dapat dikalahkan VOC dengan politik adu dombanya antara Sultan Hassanudin dengan Aru Palaka Perlawanan terhadap VOC di Pasuruan Jawa Timur dipimpin oleh Untung Suropati.

3. Perlawanan Rakyat Banten
Sultan Ageng Tirtayasa mengobarkan perlawanan di daerah Banten. Namun mengalami kegagalan karena VOC menerapkan politik adu domba (devide et impera) antara Sultan Ageng Tirtayasa dan putranya Sultan Haji. Sultan Haji yang dibantu VOC mengalahkan Sultan Ageng Tirtayasa

4. Perlawanan Rakyat Maluku
Tahun 1816 VOC datang dan menguasai Maluku. Dipimpin oleh Thomas Matulessi (Kapten Pattimura), rakyat Maluku melakukan perlawanan pada tahun 1817. Pattimura dibantu oleh Anthony Ribok, Philip Latumahina, Ulupaha, Paulus Tiahahu, dan seorang pejuang wanita Christina Martha Tiahahu. Pada tanggal 16 Desember 1817, Pattimura dihukum gantung di depan Benteng Victoria di Ambon.

5. Perang Padri (1821-1837)
Perang Padri bermula dari pertentangan antara kaum adat dan kaum agama (kaumPadri). Kaum Padri ingin memurnikan pelaksanaan agama Islam. Gerakan Padri itu ditentang oleh kaum adat. Kaum adat minta bantuan kepada Belanda dengan imbalan sebagian wilayah Minangkabau. Pasukan Padri dipimpin oleh Datuk Bandaro. Setelah beliau wafat diganti oleh Tuanku Imam Bonjol. Pasukan Padri dengan taktik perang gerilya, berhasil mengacaukan pasukan Belanda. Pada tahun 1825 terjadi gencatan senjata.

Belanda mengakui beberapa wilayah sebagai daerah kaum Padri. Tahun 1830 kaum adat mulai banyak membantu kaum Padri karena tidak menyukai kesewenangan Belanda. Tahun 1833 terjadi pertempuran hebat di daerah Agam, Belanda mengepung pasukan Bonjol. Namun pasukan Padri dapat bertahan sampai dengan tahun 1837. Pada tanggal 25 Oktober 1837, benteng Imam Bonjol dapat diterobos. Beliau tertangkap dan diasingkan di Cianjur kemudian dipindahkan ke Minahasa hingga wafat

6. Perang Diponegoro (1825-1830)
Perang Diponegoro berawal dari kekecewaan Pangeran Diponegoro atas campur tangan Belanda terhadap istana dan tanah tumpah darahnya. Kekecewaan itu memuncak ketika Patih Danureja atas perintah Belanda memasang tonggak-tonggak untuk membuat rel kereta api melewati makam leluhurnya. Dipimpin Pangeran Diponegoro, rakyat Tegalrejo menyatakan perang melawan Belanda tanggal 20 Juli 1825. Diponegoro dibantu oleh Pangeran Mangkubumi sebagai penasehat, Pangeran Ngabehi Jayakusuma sebagai panglima, dan Sentot Ali Basyah Prawiradirja sebagai panglima perang. Kyai Mojo dari Surakarta mengobarkan Perang Sabil.
Antara tahun 1825-1826 pasukan Diponegoro mampu mendesak pasukan Belanda. Pada tahun 1827, Belanda mendatangkan bantuan dari Sumatra dan Sulawesi. Jenderal De Kock menerapkan taktik perang benteng stelsel. Taktik ini berhasil mempersempit ruang gerak pasukan Diponegoro. Dalam perundingan yang diadakan tanggal 28 Maret 1830 di Magelang, Pangeran Diponegoro ditangkap Belanda. Beliau diasingkan dan meninggal di Makassar.

7. Perang Banjarmasin
Penyebab perang Banjarmasin adalah Belanda melakukan monopoli perdagangan dan mencampuri urusan kerajaan. Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari. Beliau didukung oleh Pangeran Hidayatullah. Pada tahun 1862 Hidayatullah ditahan Belanda dan dibuang ke Cianjur. Pangeran Antasari diangkat rakyat menjadi Sultan. Pangeran Antasari berusaha mempertahankan wilayah Banjar dengan cara membakar stiap kapal Belanda yang masuk wilayah Banjar. Tahun 1863 Belanda melancarkan serangan ke seluruh wilayah Banjar hingga akhirnya Pangeran Antasari gugur.

8. Perang Bali (1846-1868)
Penyebab Perang Bali adalah pihak Belanda menolak hak Tawan Karang yang diterapkan Kerajaan Buleleng. Belanda melakukan tiga kali penyerangan, yaitu pada tahun 1846, 1848, dan 1849. Setelah Buleleng dapat ditaklukkan, rakyat Bali mengadakan perang puputan, yaitu berperang sampai titik darah terakhir. Di antaranya : (1) Perang Puputan Badung (1906),(2) Perang Puputan Kusumba (1908), (3) Perang Puputan Klungkung (1908). Salah satu pemimpin perlawanan rakyat Bali yang terkenal adalah Raja Buleleng dibantu oleh Gusti Ketut Jelantik.

9. Perang Rakyat tapanuli
Tahun 1873 Belanda memasuki wilayah Tapanuli dengan alas an memadamkan aktivitas pejuang Padri dan Aceh. Tahun 1878, Belanda menyerang Tapanuli. Perang Tapanuli diawali dengan operasi militer yang dilakukan oleh Jendral Van Daelen di pedalaman Aceh Tahun 1903-1904. Pada tahun 1904 Belanda kembali menyerangtanah Gayo. Pada saat itu Belanda juga menyerang daerah Danau Toba. Pada tahun 1907, pasukan Belanda menyerang kubu pertahanan pasukan Sisingamangaraja XII di Pakpak. Sisingamangaraja gugur dalam penyerangan itu. Jenazahnya dimakamkan di Tarutung, kemudian dipindahkan ke Balige.

10. Perang Aceh
Tahun 1873 Belanda melakukan serangan ke Aceh. Rakyat Aceh mengadakan perlawanan di bawah pemimpin-pemimpin Aceh antara lain Panglima Polim, Teuku Cik Ditiro, Teuku Ibrahim, Teuku Umar, dan Cut Nyak Dien. Tahun 1879 Belanda dapat menguasai Aceh. Belanda mengirim Dr. Snouck Hurgronje untuk mempelajari sistem kemasyarakatan penduduk Aceh. Dari penelitian yang dibuatnya, Hurgronje menyimpulkan bahwa kekuatan Aceh terletak pada peran para ulama. Penemuannya dijadikan dasar untuk membuat siasat perang yang baru. Belanda membentuk pasukan gerak cepat (Marchose) untuk mengejar dan menumpas gerilyawan Aceh. Dengan pasukan marchose Belanda berhasil mematahkan serangan gerilya rakyat Aceh. Tahun 1899, Teuku Umar gugur dalam pertempuran di Meulaboh. Pasukan Cut Nyak Dien yang menyingkir ke hutan dan mengadakan perlawanan juga dapat dilumpuhkan

Penjajahan Jepang
Dalam Perang Dunia II (1939-1945), Jepang bergabung dengan Jerman dan Italia melawan Sekutu. Sekutu terdiri dari Amerika, Inggris, Belanda, dan Perancis. Pada tanggal 8 Desember 1941 pasukan Jepang menyerang pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbour (Hawai). Terjadilah Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya. Dalam waktu singkat, pasukan Jepang menyerbu dan menduduki Filipina, Myanmar, Malaya, Singapura, dan Indonesia.

Ada beberapa alasan Jepang menduduki Indonesia, antara lain sebagai berikut.
-        Indonesia kaya akan bahan-bahan mentah, seperti minyak bumi dan batu bara.
-        Wilayah Indonesia menghasilkan banyak produksi pertanian yang dibutuhkan tentara Jepang dalam peperangan.
-        Indonesia memiliki tenaga manusia dalam jumlah besar yang diperlukan untuk membantu perang Jepang.

Pada Januari 1942 Jepang memasuki wilayah Indonesia. Tanggal 1 Maret 1942 pasukan Jepang berhasil mendarat di tiga tempat secara serempak di Pulau Jawa, yaitu di Teluk Banten, Eretan Wetan (Pantura), dan Pasuruan (Jawa Timur). Tanggal 5 Maret 1942 pasukan Jepang sudah berhasil menguasai Batavia. Tanggal 8 Maret 1942 Panglima Angkatan Perang Hindia Belanda Letjen Ter Poorten atas nama Angkatan Perang Sekutu menyerah tanpa syarat kepada Angkatan Perang Jepang yang dipimpin Letjen Hithoshi Imamura.

Upacara serah terima ditandatangani di Kalijati, Subang, Jawa Barat. Setelah menduduki Indonesia, Jepang berusaha menarik simpati rakyat Indonesia. Ada tiga hal yang dilakukan Jepang, yaitu:
-        mengijinkan mengibarkan bendera Merah Putih;
-        mengijinkan rakyat Indonesia menyanyikan lagu Indonesia Raya;
-        larangan menggunakan bahasa Belanda dalam pergaulan sehari-hari.
-        Bahasa pergaulan sehari-hari diganti dengan bahasa Indonesia.
Untuk memikat hati rakyat, Jepang membuat propaganda tiga A. Propaganda yang dilancarkan Jepang itu berisi: Jepang pemimpin Asia, Jepang pelindung Asia, Jepang cahaya Asia.

Penderitaan rakyat pada masa pendudukan Jepang
Penderitaan rakyat Indonesia selama masa penjajahan Jepang antara lain sebagai berikut:
Jepang merampas hasil pertanian rakyat, seperti padi dan jagung untuk persediaan makanan pasukan Jepang.
Pemerintah Jepang sangat ketat melakukan pengawasan terhadap pemberitaan. Media masa disegel.
Jepang juga memanfaatkan rakyat Indonesia untuk diperas tenaganya bagi keperluan Jepang. Para pekerja paksa pada zaman Jepang disebut romusha.

Selain romusha, banyak barisan dibentuk untuk kepentingan Jepang, seperti:
(1) Seinendan (barisan pemuda),
(2) Keibodan (Barisan Pembantu Polisi)
(3) Fujinkai (Barisan Wanita)
(4) Suishintai (Barisan Pelopor)
(5) Jibakutai (Barisan Berani Mati),
(6) Gakutotai (Barisan Pelajar),
(7) Peta (Pembela Tanah Air)

Banyak wanita Indonesia yang terpaksa melayani nafsu bejat pasukan Jepang. Tanggal 16 April 1943 Jepang mendirikan Pusat tenaga Rakyat (PUTERA) sebagai ganti Gerakan 3A yang dibubarkan pada November 1942. Jepang mengangkat tokoh-tokoh bangsa Indonesia sebagai pimpinan PUTERA, yaitu : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Ki Hajar Dewantara dan KH. Mas Mansyur yang dikenal dengan sebutan 4 serangkai. Tanggal 3 Oktober 1943 dibentuklah tentara Pembela Tanah Air (PETA). Anggota Peta berasal dari putra-putri Indonesian yang mendapat pelatihan militer dari Jepang. Tujuan pembentukan Peta adalah mempertahankan tanah air Indonesia dari serangan sekutu. Tanggal April 1943 dibentuk Heiho yang dibentuk dari pemuuda-pemudi Indonesia untuk membantu Jepang menghadapi serangan tentara Sekutu

Perlawanan menentang Penjajahan Jepang

1. Perlawanan rakyat Aceh di Cot Plieng tahun 1942
Perlawanan ini dipimpin oleh Tengku Abdul Jalil. Perlawanan rakyat Aceh juga terjadi di Mereudu pada tahun 1944.

2.Perlawanan di Kaplongan, Jawa Barat
Jepang memaksa petani di Kaplongan untuk menyerahkan sebagian hasil buminya. Petani marah. Terjadilah perlawanan terhadap pasukan Jepang.

3.Perlawanan di Lohbener, Jawa Barat
Petani di Lohbener menolak memberikan hasil panen padi kepada Jepang. Terjadilah peperangan terhadap pasukan Jepang yang dipimpin oleh H. Madriyas.

4.Perlawanan di Pontianak, Kalimantan Barat
Penduduk dipaksa untuk membuat pelabuhan dan lapangan terbang. Para pemimpin sepakat untuk menyerang Jepang. Perlawanan terjadi pada tanggal 16 Oktober 1943. Mereka ditangkap dan dibunuh.

5. Perlawanan Peta di Gumilir, Cilacap
Perlawanan Peta Gumilir, Cilacap terjadi pada bulan Juni 1945. Perlawanan ini dipimpin oleh Kusaeri, komandan regu Peta di Cilacap. Kusaeri menyerah tetapi tidak dijatuhi hukuman. Sudirman berhasil menolong dan membebaskannya.

6.Perlawanan di Singaparna, Jawa Barat
Perlawanan Singaparna dipimpin oleh Kiai Haji Zainal Mustafa. Beliau menolak seikeirei (membungkukkan badan kepada Kai-sar Jepang Tenno Heika) dan menentang romusha. Beliau memandang hal itu bertentangan dengan ajaran Islam.

7. Perlawanan Peta di Blitar, Jawa Timur
Tentara Peta di Blitar memberontak di bawah pimpinan Shodanco F.X. Supriyadi. Namun Jepang dapat mematahkan perlawanan ini. Supriyadi dan teman-temanya ditangkap oleh tentara Jepang 
 
Riki Novian Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template